Martir Aniketus dan Js. Photius dari Nikomedia


Martir Aniketus dan Js. Photius dari Nikomedia

Diperingati pada 12 Agustus (Kalender Gereja)/ 25 Agustus

Martir Aniketus dan Photius (keponakannya) adalah penduduk asli Nikomedia. Aniketus, seorang pejabat militer, mengecam kaisar Diokletianus (284-305) karena mendirikan di alun-alun kota sebuah alat eksekusi untuk menakuti orang-orang Kristen.  Kaisar yang marah memerintahkan Js. Aniketus untuk disiksa, dan kemudian menjatuhi hukuman untuk dimakan oleh binatang buas. Tetapi singa-singa yang mereka lepas menjadi jinak dan terbuai di kakinya.

Tiba-tiba ada gempa bumi yang kuat, yang mengakibatkan runtuhnya kuil pagan Hercules, dan banyak penyembah berhala di bawah tembok kota yang mati tertimbun reruntuhan. Algojo mengambil pedang untuk memenggal kepala Js. Aniketus, tetapi ia jatuh tak sadarkan diri. Mereka mencoba mematahkan Js. Aniketus di atas roda dan membakarnya dengan api, tetapi rodanya berhenti dan api padam. Mereka melemparkan sang martir ke dalam tungku dengan timah mendidih, tetapi timah itu menjadi dingin. Demikianlah Tuhan memelihara hamba-Nya untuk membangun banyak orang.

Keponakan si martir, Js. Photius, memberi hormat kepada sang martir dan berpaling kepada sang kaisar, katanya, "Wahai penyembah berhala, para dewa kalian bukanlah apa-apa!" Pedang algojo tertahan atas sang pengaku iman yang baru, sebagai gantinya malah menghantam sang algojo. Kemudian para martir dijebloskan ke penjara.

 

Setelah tiga hari Diokletianus mendesak mereka, “Sembahlah dewa kami, dan aku akan memberimu kemuliaan dan kekayaan.” sang  martir menjawab, “Semoga engkau binasa dengan kehormatan dan kekayaanmu!” Kemudian mereka mengikat kaki mereka dengan kuda-kuda liar. Meskipun orang-orang kudus diseret di tanah, mereka tetap tidak terluka. Mereka tidak menderita di rumah mandi air panas, yang berantakan. Akhirnya, Diokletianus memerintahkan sebuah tungku besar untuk dinyalakan, dan banyak orang Kristen, yang diilhami oleh tindakan Js  Aniketus dan Js. Photius, memasukkan diri mereka sendiri ke dalam dengan mengatakan, “Kami adalah orang Kristen!” Mereka semua mati dengan doa di bibir mereka. Tubuh Js. Aniketus dan Photius tidak dirusak oleh api, dan bahkan rambut mereka tetap utuh. Melihat ini, banyak orang penyembah berhala menjadi percaya kepada Kristus. Ini terjadi pada tahun 305.

Js. Aniketus dan Js.Photius disebutkan dalam doa untuk pemberkatan Minyak dan pemberkatan  Air (BUKU DOA SEGALA KEPERLUAN), 1987, hlm. 230).

https://oca.org/saints/lives/2015/08/12/102279-martyr-anicetus-of-nicomedia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

St. Pimen Agung

Martir Florus dan Laurus dari Illyria

7 Pemuda Suci "Tujuh Pemuda yang Tertidur" dari Efesus