Martir Eusignius dari Antiokhia
Martir Eusignius dari Antiokhia
St. Eusignius pensiun di masa tuanya dari dinas militer dan kembali ke
negaranya sendiri. Di sana ia menghabiskan waktunya dalam doa, puasa, dan
menghadiri Gereja Allah. Maka ia hidup sampai masa pemerintahan Julian si
Murtad (361-363), yang merindukan kembalinya paganisme. Melalui hasutan dari
salah satu warga Antiokhia, St. Eusignius diadili sebagai seorang Kristen di
hadapan kaisar Julian pada tahun 362. Dia tanpa takut menuduh kaisar murtad
dari Kristus, dan menegur dia dengan contoh kerabatnya, Konstantinus Agung, dan
dia menjelaskan secara terperinci bagaimana dia sendiri telah menjadi saksi
mata akan munculnya tanda Salib di langit. Julian tidak mengampuni St.
Eusignius yang sudah berumur, yang saat itu berusia 110 tahun, tetapi
memerintahkannya untuk dipenggal.
Troparion — Nada 8
Hari ini Gereja menghormati orang yang menjadi martir karena kesalehan dan pengabdiannya: / Eusignius yang Bijaksana yang tulus dan berpikiran saleh. / Gereja memuliakan perjuangan rohaninya, dan berseru dengan sungguh-sungguh: / Ya Yang Maha Pengasih, lindungi hamba-hamba-Mu melalui doa syafaatnya!
Kontakion — Nada 2
Engkau muncul sebagai bintang terang yang mewartakan Kristus dengan terang hidupmu, / terang yang ditolak oleh dunia ini, ya Martir Eusignius; / Dengan memadamkan daya tarik dewa-dewa palsu, / engkau mencerahkan umat beriman, / selalu menjadi pendoa syafaat bagi kami semua.
https://oca.org/saints/lives/2008/08/05/102206-martyr-eusignius-of-antioch
Komentar
Posting Komentar